Senin, 02 Maret 2015
Upacara Ngaben
  • Upacara Ngaben
Ngaben-Bali

Ngaben. Foto: wikipedia.org

Kidnesia.com - Masyarakat Hindu Bali memiliki ritual dalam memperlakukan leluhur atau sanak saudara yang telah meninggal. Mereka menyelenggarakan upacara kremasi yang disebut Ngaben , yaitu ritual pembakaran mayat sebagai simbol penyucian roh orang yang meninggal.

Asal kata ngaben   ada tiga pendapat. Ada yang mengatakan berasal dari kata beya  yang artinya bekal, ada yang merunutkan dari kata ngabu  atau menjadi abu, dan mengaitkan dengan kata ngaben   yaitu penyucian dengan menggunakan api.

Dalam agama Hindu, dewa pencipta atau Dewa Brahma juga dikenal sebagai dewa api. Oleh sebab itu, Upacara Ngaben dapat dilihat sebagai membakar kotoran berupa jasad kasar yang melekat pada roh (disebut pralina  atau meleburkan jasad), dan mengembalikan roh kepada Sang Pencipta.

Ritual Ngaben   diselenggarakan secara meriah bersama ratusan hingga ribuan orang yang terdiri dari saudara maupun penduduk setempat.

O ya, ada banyak pendapat tentang asal muasal Upacara Ngaben ini, kenapa upacaranya harus membakar mayat dan sebagainya. Akan tetapi, inti dari upacara ini hanyal satu, yakni proses pengantaran Atma (Roh) ke Alamnya, yakni Pitra.

Upacara Ngaben atau kremasi mayat ini sebenarnya harus dilakukan secepatnya. Jadi, apabila ada yang meninggal harus segera dikremasi, jangan ditunda-tunda dulu. Tetapi, di Bali agak sedikit berbeda, mereka masih diizinkan membiarkan mayatnya terlebih dahulu, jadi semua keluarga bisa berkumpul untuk melihat keadaan orang yang meninggal terakhir kalinya.

Wah... Indonesia memang kayak kebudayaan, bahkan untuk upacara kematian pun ada beragam jenisnya.

Teks: Indhisa, Foto: wikipedia.org

___________________________________________________________________

Artikel Terkait:

1. Rambu Solo

2. Wadian

3. Tau-Tau, Boneka Kayu Mirip Manusia

comments powered by Disqus