Jumat, 11 April 2014
Tari Kejei Dalam Pesta Adat di Rejang
  • Tari Kejei Dalam Pesta Adat di Rejang

Kidnesia.com -  Saat musim panen tiba, warga Rejang, Propinsi Bengkulu  menyambut dengan suka cita. Mereka menggelar pesta adat dan sebuah tarian yang tak pernah terlewatkan, Tarian khas ini dinamakan Tari Kejei .

Tarian tersebut dimainkan oleh para muda-mudi di pusat-pusat desa pada malam hari di tengah-tengah penerangan lampion. Alat-alat musik pengiring tarian menjadi sesuatu yang khas saat tarian Kejei ditampilkan.

tari kejei

Tari Kejei selalu diiringi alat musik. Foto: blogspot

Kulintang, seruling, dan gong menjadi pengiring tarian yang menambah meriah suasana. 

Tari Kejei  dimainkan sekelompok orang yang membentuk lingkaran dengan berhadap-hadapan searah menyerupai jarum jam. Pelaksanaan tari ini juga disertai pemotongan kerbau atau sapi sebagai persyaratan.

Tarian ini pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang Pasee, bernama Hassanuddin Al-Pasee, yang berdagang ke Bengkulu pada tahun 1468.

Tapi, ada pula keterangan dari Fhathahillah Al Pasee, yang pada tahun 1532 berkunjung ke Bengkulu. Tari Kejei dipercaya sudah ada sebelum kedatangan para biku dari Majapahit. Sejak para biku datang, alat musiknya diganti dengan alat dari logam, seperti yang digunakan sampai saat ini.

Acara kejei sekaligus syukuran masa panen tidak hanya dilakukan sekali. Waktu yang dibutuhkan panjang, lo! Bahkan bisa sampai 9 bulan, 3 bulan, 15 hari atau 3 hari berturut-turut. Sepanjang malam itu, penduduk akan menikmati tari Kejei.

Masyarakat setempat percaya jika tari Kejei mengandung nilai-nilai mistik. Karena itu, tari ini hanya dilaksanakan masyarakat Rejang Lebong dalam acara menyambut para biku, pernikahan, adat marga.

Teks: Annisa/Tere, Foto: dok.Kidnesia  

comments powered by Disqus