Kamis, 01 Oktober 2009
Monumen Pancasila Sakti
  • Monumen Pancasila Sakti
    Monumen Pancasila Sakti
Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti. Di bawahnya terdapat 7 orang perwira yang menjadi korban Gerakan 30 September 1965. Foto: wordpress.com

Monumen ini dibangun di atas tanah seluas 14,6 hektar atas prakarsa Presiden ke-2 RI, Soeharto. Dibangun untuk mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.

Monumen ini terdapat di sebuah Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di sebelah selatannya terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, sebelah utaranya adalah Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, sebelah timurnya adalah Pasar Pondok Gede, dan sebelah baratnya, Taman Mini Indonesia Indah.

Sumur Tua Lubang Buaya

Sumur Tua Lubang Buaya, yang dijadikan sebagai tempat pembuangan jenazah Pahlawan Revolusi. Foto: Mabesad.mil.id

Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Kemudian, tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S/PKI. Pada masa itu, tanah di seputar bibir sumur tua berdiameter 75 centimeter itu berwarna merah kecokelatan dan kering. (Whuuuaaah.... kecil dan dalam sekaliiiiii !!! )

Sumur Tua Lubang Buaya

Sumur Tua Lubang Buaya dari kejauhan. Foto: jakarta.go.id

Bagian terdekatnya diberi terali besi bercat merah putih. Di sekelilingnya dipakaikan lantai marmer putih, dan tepat di atas lubang sumur itu tedapat cermin bergantung. Lewat cermin inilah pengunjung bisa menatap dasar sumur yang diberi lampu kecil (pelita).

Nah, setelah dibangun dan diperbaiki, Lubang Buaya dijadikan sebagai museum sejarah, yang di dalamnya terdapat Monumen Pancasila Sakti, museum diorama (miniatur 3D untuk menggambarkan figur para pahlawan revolusi), sumur tua, sebuah ruangan relik, dan lapangan peringatan peristiwa sejarah itu. (Kidnesia/berbagai sumber).

    humaira
    25-02-2011 01:52
  • Idea Rolling Eyes Rolling Eyes Shocked Very Happy Exclamation Embarassed Embarassed Confused Confused Cool supaya ter jaduan ini tak ter ulang lagi
    yasmine raudhani
    25-02-2011 01:45
  • supaya makin sukses ya walopun pki sangat kejam tetapi terimalah kesayangan itu oleh karena itu allah lah yang mengatur kehidupan kita harus sabar karena itu lah kunci kebaikan supaya kejadian itutak terulang lagi ya goood bye salam ya buat ke 7 pahlawan yang bernama ahmad yani r suerapto pt pandatan mt haryono s parman p.a tendean siswo harjo kalo salah maap ya Embarassed Embarassed Embarassed
    veronica christabella
    26-01-2011 10:39
  • udah sering kesana soalnya deket banget sama sekolah di SMP SANTO MARKUS 2
    tpi belom tau banget sejarahnya , haha Very Happy Razz
    Evan Aditya
    21-01-2011 07:37
  • museum yg bersejarah,, harus kita jaga dan di rawat
    syafiq
    16-12-2010 12:02
  • Embarassed Embarassed Embarassed Sad Sad
    aku lom pny cewek



Comment n Share on your facebook