Jumat, 07 September 2012
Berburu Binatang dengan Sumpit
  • Berburu Binatang dengan Sumpit

Sumpit biasanya untuk menyantap mi. Tetapi bagi orang Dayak zaman dulu, sumpit digunakan untuk berburu binatang dan berperang dengan musuh.

sumpit

Senjata sumpit itu seperti senjata blowtube dalam games online.

He he he… tentu saja sumpit yang digunakan suku Dayak ini bukan sumpit untuk makan. Sumpit-nya suku Dayak adalah sumpit senjata berupa anak panah yang ditiup lewat pipa kayu. Senjata tradisional ini biasa disebut sipet.

Padahal, zaman dulu, setiap lelaki dewasa wajib memiliki sumpit dan harus pandai menyumpit. Dengan kata lain, sumpit itu wajib bagi laki-laki Dayak. Ya, sebab sumpit adalah senjata utama lelaki Dayak untuk berburu dan bahkan untuk berperang.

Sumpit atau sipet, kini sudah menjadi barang langka. Ini karena orang Dayak sekarang tidak lagi menggantungkan hidup dengan berburu. Perang antar suku yang dulu sering terjadi pun sekarang sudah tidak terjadi lagi. Perajin sumpit hanya membuat sumpit kalau ada pesanan untuk suvenir.

Bentuk dan cara kerja senjata sumpit sama persis seperti senjata blowtube  pada games online. Senjatanya berupa pipa panjang sekitar 2 meter yang terbuat dari kayu keras seperti ulin, tampang, plepek, dan kayu resak.

anak sumpit

Anak sumpit ini bisa merobohkan hewan buruan.

Kayu tersebut dilubangi sebagai tempat masuknya anak sumpit yang disebut damek.  Pada ujung bagian depan sipet dipasang sebuah tombak atau sangkoh  yang dibuat dari batu gunung.

Cara menggunakan sumpit teorinya mudah. Tinggal memasukkan anak sumpit di lubang pada pangkal sumpit, lantas ditiup kuat-kuat sehingga anak sumpit terlontar ke sasaran. Namun, kenyataannya sulit karena sambil memegang kayu yang berat, kita harus bisa meniup sambil mengincar sasaran. 

Bagi suku Dayak, sumpit merupakan senjata berburu yang paling efektif. Dengan bahan dari kayu, senjata sumpit bisa tersamar di antara pepohonan. Sumpit juga tidak mengeluarkan bunyi ledakan seperti senapan, sehingga binatang buruan tidak bakal lari. Selain itu, dari jarak sekitar 200 meter, anak sumpit masih efektif merobohkan hewan buruan.

Oya, kalau kamu penasaran dengan sipet khas Dayak dan ingin belajar menggunakannya, datang saja dalam kejuaraan sumpit internasional, tanggal 07 – 09 September 2012, di kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Penulis: Sigit Wahyu, Sumber foto: blogspot.com

comments powered by Disqus