Sabtu, 25 April 2015
Pattimura
  • Pattimura
pattimura (jakarta.go.id)

sumber: jakarta.go.id

Kidnesia.com -  Nama aslinya adalah Thomas Matulessy . Ia lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku  pada tanggal 8 Juni 1783.

Sebagai seorang putera daerah yang gagah berani, Pattimura  ikut andil dalam merebut benteng Belanda, Duurstede di Saparua, pertempuran di Pantai Waisisil, dan Jazirah Hatawano, Ouw-Ullath, Jazirah Hitu di Pulau Ambon dan Seram Selatan.

Sebelum ikut berperang melawan Belanda, Pattimura yang merupakan anak dari Frans Matulessia dengan Fransina Silahoi, sempat berkarir di dunia militer Inggris pada tahun 1798. Pangkat terakhir yang disandangnya adalah Sersan. Namun, ketika Belanda datang menduduki Maluku, Pattimura ikut berperang melawan penjajahan.

Di Saparua, Thomas Matulessy  dipilih oleh rakyat untuk memimpin perlawanan. Untuk itu, ia pun dinobatkan bergelar Kapitan Pattimura .

Pada tanggal 16 mei 1817, suatu pertempuran yang luar biasa terjadi. Rakyat Saparua di bawah kepemimpinan Kapitan Pattimura berhasil merebut benteng Duurstede . Tentara Belanda yang ada dalam benteng itu semuanya tewas, termasuk Residen Van den Berg.

Untuk membalas kekalahan itu, Belanda melakukan operasi besar-besaran dengan mengerahkan pasukan yang lebih banyak dilengkapi dengan persenjataan yang lebih modern. Pasukan Pattimura akhirnya kewalahan dan terpukul mundur.

Dan di sebuah rumah di Siri Sori, Kapitan Pattimura  berhasil ditangkap pasukan Belanda. Bersama beberapa anggota pasukannya. Ia dibawa ke Ambon dan dibujuk untuk bekerja sama dengan pemerintah Belanda, tapi Pattimura menolaknya.

Karena Pattimura terus menolak, akhirnya ia diadili dan diberi hukuman gantung. Satu hari sebelum eksekusi hukuman gantung dilaksanakan, Pattimura masih terus dibujuk. Tapi Pattimura menunjukkan kesejatian perjuangannya dengan tetap menolak bujukan itu. Hidupnya berakhir di tiang gantungan benteng Victoria, Ambon pada tanggal 16 Desember 1817.

Gambar Kapitan Pattimura ada dalam salah satu uang kertas negara kita, lo. Tepatnya uang pecahan 1.000 rupiah.

Teks: Ervina, Foto: Jakarta.go.id

___________________________________________________________________

Artikel Terkait:

1. Gambar Pahlawan di Lembaran Uang

2. Parang Salawaku, Warisan Maluku

3. Kisah di Balik Gambar Uang

comments powered by Disqus