Rabu, 25 Februari 2015
Patung Asmat
  • Patung Asmat

Kidnesia.com Patung Asmat adalah salah satu ciri khas wilayah Papua. Suku Asmat di Papua telah dikenal dunia dengan keterampilan mengukirnya sejak tahun 1700an. Kesenian mengukir di Asmat merupakan bentuk kepercayaan terhadap arwah nenek moyang. Menurut tradisi, nenek moyang suku Asmat disimbolkan dalam bentuk patung serta ukiran.

Budaya mengukir di Asmat lahir dari upacara keagamaan. Di sebagian daerah, upacara adatnya mengharuskan adanya pemotongan kepala manusia dan kanibalisme untuk menenangkan arwah nenek moyang.Supaya tidak harus melakukan hal itu tapi tetap menghormati arwah nenek moyang, mereka membuat patung-patung yang menyerupai arwah nenek moyang tersebut. Menurut kepercayaan nenek moyang menampakkan dirinya dalam mimpi. Penampakan dalam mimpi inilah yang dituangkan menjadi tradisi mengukir dan memahat patung kayu yang kita kenal sebagai patung Asmat .

 
Pada mulanya, patung-patung Asmat ini dibuat secara kasar dan setelah digunakan dalam upacara agama tertentu lalu ditinggalkan di dalam rawa. Ini sebagai wujud para arwah yang tinggal untuk menjaga hutan sagu dan pohon palem yang merupakan sumber makanan utama masyarakat Asmat di Papua.

Sejak era kolonial Belanda, patung Asmat  tadinya dinilai sebagai benda primitif dan wujud kepercayaan terhadap arwah-arwah jahat. Tapi pada akhirnya menjadi terkenal dan disimpan di sejumlah museum di dunia.Nilai patung Asmat menjadi setingkat dengan barang-barang hasil seni Eropa dan hasil kebudayaan yang tinggi dari daerah Sungai Nil, Eupharathes, Gangga, dan Indus. Sungguh membanggakan ya!

comments powered by Disqus