Senin, 18 Mei 2015
Tari Makan Sirih Untuk Menyambut Tamu
  • Tari Makan Sirih Untuk Menyambut Tamu
Tari Makan Sirih

Tari Makan Sirih. Foto: sanggar seni siti nurbaya

Kidnesia.com Tamu memang sangat dihormati di tanah Melayu. Karena itu Tari Makan Sirih dipersembahkan untuk menyambut tamu . Karena itu, Tari Makan Sirih ini juga sering disebut sebagai tari Persembahan Tamu.

Sejarahnya, pada tahun 1957 di Pekanbaru terjadi musyawarah pembakuan tari persembahan, yang menampilkan tarian-tarian dan lagu-lagu Melayu Riau, seperti Tari Serampang Duabelas, Tari Mak Inang Pulau Kampai, Tari Tanjung Katung dan Tari Lenggang Patah Sembilan.

Berdasarkan musyawarah itu kemudian mengolah sebuah tari untuk persembahan kepada tamu-tamu, maka terciptalah Tari Makan Sirih yang kini menjadi tari persembahan yang diciptakan oleh seniman-seniman Riau. Sosialisasi Pembakuan Tari Persembahan ini dilakukan agar dikenal oleh lapisan masyarakat Riau.

Gerakan Tari Makan Sirih umumnya menggunakan gerakan Tari Lenggang Patah Sembilan. Namun, dalam Tari Makan Sirih hanya ada dua gerakan saja, yaitu gerakan lenggang patah sembilan tunggal dan ganda. Sementara di Tari Lenggang Patah Sembilan ada tiga bagian gerakan.

Adalah wajib bagi penari Tari Makan Sirih untuk memahami istilahistilah khusus dalam tarian Melayu. Milsanya igal (menekannkan gerakan tangan dan badan), liuk (gerakan menundukan atau menayunkan badan), lenggang (berjalan sambil menggerakkan tangan), titi batang (berjalan dalam satu garis seolah meniti batang), gentam (menari sambil mengentakkan tumit kaki), cicing (menari sambil berlari kecil), legar (menari sambil berkeliling 180 derajat), dan lain-lainnya.

Tarian ini biasanya dilakukan oleh pasangan muda-mudi. Untuk busana, penari Tari Makan Sirih pada umumnya memakai busana adat khas Melayu, yakini celana, baju, dan kopiah untuk yang pria. Sedangkan yang perempuan memakai kebaya, selendang, dan hiasan kepala.

Tarian ini diiringi musik khas Melayu yang rancak serta lagu berjudul Makan Sirih . Tarian ini tarian yang bertema gembira. Ada beberapa nilai-nilai luhur di dalamnya. Pertama disiplin yang tercermin dari proses mempelajari gerakan-gerakan tarian ini yang penuh disiplin dan kesabaran. Kedua hiburan. Gerakannya yang indah dan alunan musik yang gembira pasti akan membuat tamu terhibur. Ketiga pelestarian budaya. Pementasan Tari Makan Sirih di setiap pembukaan acara turut mengupayakan pelestarian tari, lagu, dan busana Melayu. Keempat seni. Sisi seni tarian ini adalah pada gerakan-gerakannya yang ritmis dan dinamis. Kelima kreativitas. Ini tercermin dari ragam gerak yang mencerminkan kreativitas orang Melayu dalam mengekspresikan keindahan.

Nah, Tari Makan Sirih adalah kreativitas orang Melayu untuk menyambut tamu dan menghormatinya.

Teks: Wahyu; Foto: sanggar seni siti nurbaya

comments powered by Disqus