Selasa, 30 Juni 2009
H. Agus Salim
  • H. Agus Salim

H. Agus Salim adalah pejuang kemerdekaan RI. Ia adalah anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 45. Beliau lahir di Koto Gadang, Bukittinggi, Minangkabau, Sumatera Barat, 8 Oktober 1884.

Agus Salim memulai semua itu dari dunia jurnalistik tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berjalan hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta, mendirikan Suratkabar Fadjar Asia, menjadi Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta, dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Pada tahun 1952, ia bahkan menjadi Ketua di Dewan Kehormatan PWI.

Di luar dunia jurnalistik, Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam. Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.

Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI begitu besar. Selain menjadi anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945, beliau juga pernah menjabat Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947, Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947, dan Menteri Luar Negeri pada Kabinet Hatta 1948-1949.

Agus Salim berjasa menjadi pembuka hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947. Karena sepak terjangnya dalam dunia politik inilah ia kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man).

Sang Orang Tua Besar meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

    mega
    3-02-2011 12:27
  • thank's for inform'x yea,........... Very Happy

Comment n Share on your facebook