Merpati-merpati Andri

oleh Hikmat Sudjana

Setiap pulang sekolah, ada yang membuat Andri begitu senang. Merpati-merpati miliknya akan beterbangan, menyambut kedatangannya. Ada yang

hinggap di pundak, di tas atau di kepalanya. Sungguh! Semua itu membuat Andri begitu senang.

    Namun, kali ini ketika Andri pulang sekolah, ia tak begitu peduli pada merpati-merpati yang datang mengerumuninya. Padahal, biasanya Andri selalu bermain

dahulu sambil menaburkan biji-biji jagung, memberi makan pada burung-burung kesayangannya itu. Sekarang perhatian Andri lebih tertuju pada Oni, adiknya, yang

tengah duduk menangis di teras rumah.

    "Kok menangis, Ni?" tanya Andri kemudian.

    Oni tak menyahut, malah tangisnya terdengar makin keras.

    "Dimarahi Ibu, ya?" tanya Andri lagi.

    Oni menggeleng.

    "Lalu kenapa?"

    "Oni dituduh merusak boneka penari balet Tante Mia, Kak!" jawab Oni kemudian, masih terisak-isak.

    "Boneka penari balet?" ulang Andri tak mengerti.

    "lya, boneka penari balet yang ada musiknya itu."

    "Oh ... kotak musik, Ni!"

    Oni mengangguk, sementara itu tangisnya mulai mereda.

    "Apanya yang rusak, Ni?"

    "Tangannya patah," jawab Oni cepat. "Tapi, musiknya masih bisa berbunyi dan boneka itu masih bisa berputar-putar," sambung Oni.

    "Benar Oni tidak merusaknya?" selidik Andri.

    "Tidak, Kak. Berani sumpah ..." potong Oni sambil menjulurkan tangannya.

    "Tidak usah sumpah-sumpahan segala, kalau Oni memang tidak merusaknya!" "Tapi, Kak! Mulai sekarang Oni tak bisa melihat boneka penari balet itu lagi..."

keluh Oni.

    Sesaat Andri diam. Ia merasa iba melihat Oni seperti itu. Memang, sudah lama adiknya menginginkan kotak musik seperti yang dimiliki Tante Mia, tetangga di 

seberang rumahnya.

    "Sudahlah, Ni..." ucap Andri sambil membelai lembut rambut Oni.

    "Kalau sekarang Oni minta pada Ibu, dikasih tidak ya, Kak?" tanya Oni lagi.

merpati2

Ilustrasi : Clipart

Andri tidak langsung menjawab pertanyaan adiknya itu. la kembali diam, matanya menatap lurus ke luar halaman. Beberapa ekor

burung merpati miliknya terlihat sedang terbang saling berkejaran. Sesaat kemudian Andri tersenyum sambil mengangguk kecil.

Matanya berbinar-binar, ia seperti menemukan sesuatu.

"Ni, besok atau lusa akan Kak Andri belikan kotak musik itu," janji Andri.

    "Apa, Kak?!" Oni seperti tak percaya mendengarnya.

    "Kak Andri akan membelikan kotak musik yang kamu inginkan itu," jawab Andri.

    "Sungguh?!" tanya Oni lagi.

    Andri tersenyum sambil mengangguk pasti.

    Dua hari setelah itu, ada yang terjadi di luar kebiasaan. Ketika Andri pulang sekolah, tak ada seekor merpati pun yang menyambut kedatangannya. Lalu, ke

mana burung-burung merpati Andri itu? Tetapi, tunggu... Ada irama yang sangat enak didengar. Suara itu keluar dari sebuah kotak musik yang di atasnya ada sebuah

boneka penari balet.

    Sambil membuka pintu, Andri nampak tersenyum bangga ketika melihat Oni begitu asyik bermain dengan kotak musik itu.

    Nah, sekarang kalian pasti tahu, ke mana sebenarnya merpati-merpati Andri? Ya,

Andri telah menjual semua burung kesayangannya. Lalu, uangnya ia belikan sebuah kotak musik untuk Oni. ****

Sumber : Majalah Bobo

comments powered by Disqus
Powered by eZ Publish™ CMS Open Source Web Content Management. Copyright © 1999-2010 eZ Systems AS (except where otherwise noted). All rights reserved.